Hari Keempat UAS Ganjil : Pend. Agama Islam dan Bahasa Sunda.

Selamat pagi semuanyaa..
Aku benar benar minta maaf untuk keterlambatanku menulis hari keempat UAS di sekolahku.
Really really sorry. =((

Sebenarnya aku sudah ada niatan untuk menulis sejak hari kamis kemarin, hanya saja terlalu banyak gangguan yang datang menghampiri. *phew
Misalnya, koneksi internet yang ngedadak sloooooww banget pas mau buka dasbor blog ini. benar benar menguras hati bung! hahaha.

Dan aku baru mendapatkan kesempatannya pagi ini, di mana koneksi internet ku sedang ‘baik baik’ nya, dan segera saja aku tidak menyianyiakan kesempatan ini. ^^

Langsung saja pada Inti cerita  ya… :))

Di hari keempat UAS Ganjil, aku berhadapan dengan pelajaran PAI (pendidikan Agama Islam) juga dengan bahasa sunda. Allhmadulillah, aku bisa mengerjakan kedua pelajaran tersebt dengan lancar, terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan aku kelancaran dan kemudahan dalam mengerjakan soal soal PAI dan Bahasa Sunda.

Oh ya, aku begitu senang ketika menemukan soal menterjemahkan latin kedalam aksara sunda, yang ada dalam ujian bahasa sunda kemarin. ^^ kenapa? karena aku bisa menterjemahkannya. :D benar benar suatu kepuasan tersendiri. ^^ Semoga jawaban yang aku tulis itu benar ya Allah, Amien. :D

Hmm, entah kenapa, aku merasa memiliki feeling untuk kedua pelajaran ini, mungkin aku akan mendapatkan nilai di atas KKM? WHOAAAAAA~ Semoga saja itu bukan hanya feeling ku, tapi benar benar kenyataan. :D Amieeen.

Aku harap, untuk bahasa sunda, aku mendapatkan nilai maksimal 100, sebelumnya aku selalu mendapatkan 80> untuk bahasa sunda, dan rasanya aku ingin sekali mendapatkan nilai 100. Meskipun feeling ku tidak kuat untuk yang satu ini, minimal aku ingin mendapatkan nilai 90> untuk bahasa sunda. ehehehe. Apakah itu bisa menjadi kenyataan ya Allah? hehe. Aku harap iya. Amien. =)

Dan untuk PAI, kesempatanku untuk mendapatkan nilai 100 sudah pupus, karena aku menuliskan sebuah jawaban yang salah. =) Tak apa. Aku memang sudah memprediksinya. Sekarang yang aku inginkan adalah, nilai PAI yang diatas 95. Amieeeen. Aku memang ada keyakinan yang cukup kuat untuk hal itu, karena dari prediksi nilai dari jawaban yang waktu itu aku tulis. Semoga terkabulkan oleh Allah, Amieeen,

Oh ya! Hampir saja lupa…

Aku takkan melupakan sebuah kejadian yang terjadi pada saat hari kamis yang lalu itu, apakah teman teman mau menebak, apa terjadi padaku saat itu?

Phew, aku mengalami suatu peristiwa yang sangat sangat sangat membuat SHOCK. =((

Pada hari kamis itu, err~ *bagaimana yah mengatakannya…*
AKU LUPA TIDAK MEMBAWA KARTU PESERTA UJIANKU! ARRRRRGGHHH

Kalian tidak percaya? Well, kalian harus percaya!
Itu benar benar terjadi padaku, saat bel masuk berbunyi, aku segera merapikan mejaku, dan menyiapkan alat tulis juga dengan kartu pesertaku, saat aku check di tempat biasa aku menyimpan kartuku, TERNYATA NGGA ADA! Wah, bener bener shock sekali aku saat itu, aku mengeluarkan semua barang barang yang ada dalam tasku saat itu, aku cari dan aku cari, dan hasilnya TETEP NGGA ADA!!

Lalu, kakak kelas yang duduk di sebelahku (kelas XI IPS – 2) melihat kepanikan yang melanda diriku, terus terang saja aku menceritakan kepadanya. Dia menenangkan aku, katanya coba cari sekali lagi. Setelah aku cari lagi, tetap saja aku tidak menemukan kartu itu!

Temen temen tau ngga? buat seseorang yang ngga membawa kartu ujiannya, dia tidak boleh mengerjakan ujian di kelas, tapi di ruang panitia (alias ruang guru guru yang menyimpan soal dan jawaban setelah ujian tiap harinya selesai) Dan aku tidak mau mengerjakan soal di ruang panitia. =(

Untunglah kakak kelas yang di sampingku itu baik, dia berkata dan menenangkan diriku. Katanya, “ngga apa kok de. jangan bilang aja.. Ade tenang aja, Pengawasnya juga ngga akan nyadar kok, lagian kartu ujian kita yang sekarang tidak butuh paraf guru.”

Aku menuruti nasehatnya, dan kalian tahu apa artinya itu? Aku tidak bilang tentang aku yang tidak membawa kartu peserta ujianku kepada pengawas ujian. Kenapa? Karena aku begitu  takut. Aku sangat takut untuk mengatakannya kepada para pengawas, makanya aku hanya diam saja. Dan berharap pengawas pengawas tersebut tidak menyadari ketiadaan kartu peserta ujian di atas mejaku.

Lalu, kalian tahu? Sampai aku pulang sekolah, sampai pelajaran bahasa sunda, aku tidak diketahui oleh para pengawas kalau aku tidak membawa kartu ujiannku. Aku ngga tahu harus merasa  senang atau sedih karena hal ini? Tapi yang jelas ini benar benar membuatku merasa lega..

Sampai saat ini, aku masih bertanya tanya, keberuntungan macam apa yang aku terima saat itu, sehingga para pengawas tidak mengetahui kalau aku tidak membawa kartu ujian? hahaha

Sungguh Pengalaman yang tidak bisa aku lupakan. (nunuiichan)

2 thoughts on “Hari Keempat UAS Ganjil : Pend. Agama Islam dan Bahasa Sunda.

  1. aku malah dari SMP ngga bawa kartu ujian, gimana ngga?~ wong ngga pernah dicek ama gurunya haha

    eh ntuh ilangnya gimana? apa ketinggalan atau gimana?

    1. Hahaha, dasar nih si kakak.

      hanya ketinggalan aja, aku lupa nyimpen di mana. stelah aku cari, allhamdulillah langsung ketemu. :)
      pheeeew~ leganya! ^^

      Terima kasih sudah berkomentar. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s