Perasaan Rindu.

rasa rindu

aku pikir, semua orang pernah merasakan tentang perasaan rindu bukan? siapa yang tidak pernah merasakan rindu? rasanya terasa mustahil saja, kalaupun ada berarti dia bukan manusia.

seperti apa rasa rindu itu? rasanya sulit untuk di jelaskan, namun ketika dirasakan, kita pasti langsung mengetahui bahwa kita sedang rindu. kita sedang merindukan entah seseorang atau sesuatu.

buatku sendiri, rindu itu identik dengan perasaan ingin bertemu, ingin melihat, ingin mendengar suaranya.. kalau tidak bertemu, atau melihat, atau mendengar suaranya rasanya merasa kosong hati ini.. seperti itu.
lazimnya, perasaan rindu itu lebih kepada makhluk hidup, seperti kepada manusia, atau hewan juga tumbuhan. tapi tak sedikit juga seseorang merasakan rindu kepada sesuatu yang seperti benda. misalnya aku pernah merindukan boneka ku yang sekarang entah di mana.. boneka itu sudah ada sejak aku masih bayi, dan sampai sekarang aku masih mengingat boneka itu di dalam hatiku. :)

lalu, kenapa tiba tiba aku ingin mengungkit ngungkit tentang perasaan rindu? hehehe. ada apa sebenarnya?

ini terjadi pada saat hari rabu, tanggal 30 mei. saat itu, masih pagi hari, aku dan temanku sedang membaca sebuah buku bersama sama, yah karena pada saat itu, ibu guruku menyuruh siswanya untuk membaca buku apa saja. kebetulan karena aku dan temanku tidak ada kerjaan, yah tidak ada salahnya untuk membaca sebuah buku.

setelah mulai aku baca bersama temanku, baru baru halaman awal.. aku dan temanku sudah terlarut dalam ceritanya. dan ceritanya berkaitan dengan realita kehidupan sehingga aku dan temanku terhanyut dalam obrolan yang menyenangkan karena buku itu. :)

buku itu sangat bagus menurutku, membentuk karakter diri. oh ya, buku itu juga bernuansa islami. gaya penulisannya mudah di pahami untuk remaja remaja seperti kita. :)
judul buku tersebut adalah “curahan hati seorang remaja”. pengarangnya adalah Yustisia Cendani. *maaf, kalau salah tolong di koreksi*

nah, karena buku itu, aku dan temanku jadi banyak mengobrol tentang banyak hal. mulai dari arti nama yang kita miliki, keberadaan bumi dan isinya, lalu tentang kekuasaan Allah.. benar benar sangat menyenangkan. dimulai dari sebuah buku, yang membuka banyak obrolan yang menyenangkan. ^^

lalu sampai ujung ujungnya, aku dan teman ku yang itu membicarakan tentang orang tua. tentang ayah dan ibu kita.
mungkin, temanku itu tidak sadar, dia bercerita banyak tentang ayah dan ibunya, terutama tentang ayahnya. dia bercerita tentang kehidupan kecilnya yang keras bersama ayahnya. tentang ayahnya yang ternyata sedang sakit, ayahnya yang berusaha keras untuk menafkahi keluarganya, lalu tentang ayahnya yang sangat islamiah.. semuanya dia ceritakan padaku.

lalu, entah kenapa, pada saat dia menceritakan tentang ayahnya, tiba tiba dia menangis. dia menitikkan air mata, lalu dia benar benar menangis! langsung, dia menutup wajahnya yang sudah terlanjur basah dengan tangannya. mungkin dia merasa malu di hadapanku..

lalu aku tersadar akan satu hal…

bahwa selama ini, temanku yang satu ini, sudah lama menahan perasaan rindunya terhadap ayah dan ibunya! aku tersenyum dalam hati setelah mengetahui alasan di balik tangisnya.

memang, temanku ini, dia adalah anak pesantren. sekolahku masih satu wilayah dengan pesantrennya. :) biasanya anak pesantren di ijinkan pulang ke rumahnya dua minggu sekali. dan ternyata, temanku ini sudah lebih dari dua minggu tidak pulang ke rumah. dia berkata, bahwa merasa tidak enak dengan kedua orangtuanya. pulang terlalu sering, malah akan merepotkan kedua orang tuanya..

ternyata dia sudah lama menahan perasaan rindunya, sendirian.. lalu pada saat tadi dia bercerita padaku, tidak sengaja menyinggung tentang kedua orangtuanya, terlebih lagi tentang ayahnya. lalu perasaan rindu itu tidak bisa lebih lama lagi dia tahan, maka tumpahlah perasaan rindunya itu disertai dengan air mata.. :’)

aku tanyakan kepadanya apakah dia rindu kepada orangtuanya, dia hanya diam. mungkin saja ‘diam’ nya itu mengisyarakatkan ‘iya’. aku hanya tersenyum saja. :) lalu, aku tanyakan juga, mengapa dia tidak menelepon ayah atau ibunya saja? bukannya itu lebih baik untuk mengobati rasa rindu?

temanku menjelaskan bahwa dia tidak bisa seenaknya menelepon ayah atau ibunya. ayahnya pasti sibuk mengurus toko yang di kelolanya. ibunya punya kesibukan juga. dia tidak ingin mengganggu ayah juga ibunya, jadi lebih baik dia hanya bersabar sampai saatnya hari kepulangan bagi anak pesantren tiba..

sekali lagi, aku hanya bisa tersenyum. aku tak tahu harus berkomentar apa tentang tindakannya yang menurutku benar benar.. yah kalian tahu maksudku. :) tetapi aku menghargai juga niat baiknya, dia selalu memikirkan perasaan orang lain lebih dari perasaan yang dia rasakan sendiri. itu benar benar sesuatu yang sangat langka aku temukan dalam diri seseorang, dan saat itu aku menemukannya dalam diri temanku. :)

itulah yang aku ingin ceritakan kepada kalian semua? bagaimana menurut kalian semua? :)

temanku itu memiliki hati yang tulus serta indah, bagaimanapun juga itulah yang dia lakukan semata mata untuk kedua orangtuanya juga. sudah cukup lama dia menahan perasaan rindu kepada kedua orangtuanya, namun dia mencoba tetap bertahan demi kedua orangtuanya juga. :)

aku terpikir sesaat..

ternyata perasaan rindu itu begitu indah ya.. terkadang di balik perasaan rindu itu, kita menemukan sesuatu yang berarti ataupun yang berharga. :))

ya, sama seperti temanku, aku juga sedang mengalami perasaan rindu. :) kalin tahu, sehari tidak bertemu dengan “seseorang” yang ingin aku kenal itu.. rasanya sedih. :(
ya.. “seseorang” itu.. seseorang yang ingin aku kenal. :) (nunuiichan)

2 thoughts on “Perasaan Rindu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s