Makna “Hari Musik Nasional” (09 Maret)

Hari musik nasional

Selamat hari musik nasional teman temaaan~ :D (walaupun agak telat ngucapinnya) hehehe

Pasti hanya sedikitan dari kalian yang menyadari kalau kemarin itu adalah hari musik nasional, iya kan? Hmmmm~ jujur sajaa deh. Hehehe. Soalnya aku juga baru menyadarinya tadi sorean, saat aku menonton sebuah acara berita di kompas tv. ^^ (waduh, telat)

Nah, saat sore tadi, aku melihat sebuah berita yang headline nya adalah ‘hari musik nasional’, langsung saja aku menyadari “oh jadi kemarin itu adalah hari musik nasional ya?”, nah kebetulan aku menonton acara itu bersama dengan ibuku. ^^

Di acara berita itu, aku menangkap pernyataan yang bagus, katanya di tahun 2012 ini, musik Indonesia lebih banyak terpengaruhi oleh musik korea atau lebih akrab dengan panggilan K-Pop, kita lihat saja, boyband dan girlband yang ‘terpengaruh’ budaya korea, seperti SMASH, Cherry Belle, atau Hitz.

Aku pikir, pernyataan itu ada benarnya juga. Aku memang merasakan sendiri hal itu, karena aku adalah penggemar K-pop. Hehehe. Memang saat pertengahan tahun 2011, entah kenapa Hallyu Wave (gelombang Budaya Korea) menyebar ke semua penjuru dunia! Mulai dari serial dramanya, hingga musik k-pop nya. Kalian pasti tak asing lagi dengan Boyband seperti Super Junior, 2PM, Big Bang, Beast dan yang lainnya? Nah boyband itu juga turut berperan serta membawa Hallyu Wave keseluruh dunia, salah satunya Indonesia.

Ngedadak nih, boyband di Indonesia, jadi mulai bangkit lagi gara gara Hallyu Wave itu. Awalnya SMASH, lalu 7icons, dan makin lama, semakin banyak lagi boyband dan girlband berdatangan. Karena hal itu juga, berbagai tanggapan muncul seiring dengan menjamurnya fenomena ‘boyband’ dan ‘girlband’ di Indonesia ini. Ada yang menanggapi secara positif, dan ada juga yang menanggapinya dengan pandangan negative.

Apapun itu, baik pandangan buruk atau negative, kita harus terus mendukung industri musik di Indonesia, karena akan makin banyak ragam ragam musik yang berkembang, dan membuat kita sebagai anak bangsa menjadi insan muda yang kreatif.

Tapi, dibalik itu juga, kita tidak boleh melupakan musik daerah kan? Apakah kalian lupa??

Berkaitan dengan musik, musik merupakan salah satu kebudayaan bukan? Nah, Lagu daerah merupakan salah satu kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Lalu, di berita yang aku tonton tadi sore bersama ibuku, membahas juga, bahwa musik daerah di kalahkan oleh musik dari luar.

Aku pikir, naas juga ya? Masa kita sebagai bangsa Indonesia melupakan kebudayaannya sendiri?

Pasti hanya sedikit dari kita semua, yang menyukai musik daerah. Jangankan yang menyukai, yang menyanyikannya saja mungkin sudah langka. Naas kan? Aku juga pikir seperti itu, aku pikir lagu daerah juga merupakan salah satu identitas bangsa yang penting, dan kita sebagai anak bangsa, jangan melupakan identitas tersebut.

Aku juga berpikir, saat ini kebudayaan Indonesia semaakin luntur, luntur dari ingatan kita semua. Kebudayaan kita semakin dikalahkan oleh kebudayaan dari luar. Lalu bagaimana supaya kebudayaan kita terus tetap eksis? Terus melekat dan terus ada? Yang bisa melakukan hal itu hanyalah kita, sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki dan bertanggung jawab terhadap kebudayaan itu. Hanya kita yang bisa mempertahankan dan melestarikan semua kebudayaan yang dimilki oleh bangsa Indonesia. Dengan semua potensi dan akal yang kita punya, kita bisa mempertahankan kebudayaan milik Indonesia. Kita pasti bisa!

Aku merasakan sendiri, betapa kebudayaan Indonesia menjadi ‘asing’ di tempatnya sendiri. Karena terus terang, aku saja hanya tahu sedikit tentang kebudayaan kebudayaan itu. Seperti lagu daerah, aku hanya tahu sedikit lagu daerah, dan yang kuketahui itupun lagu daerah dari daerahku sendiri. Lalu tari daerah, aku hanya bisa tari saman saja, dan juga aku tahu sedikit dari tari tari nusantara. Itu baru dari aku, belum dari kalian teman teman..

Jadi aku menyimpulkan..

Kita boleh kok menyukai kebudayaan luar, boleh kok (sampai fanatic juga, ngga dilarang kok.. hehe), tapi semua itu tidak sampai melupakan kebudayaan milik kita sendiri. Kita juga adalah bagian dari kebudayaan itu, berusahalah untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan milik kita yang hampir punah, dan dikalahkan oleh budaya luar. Karena hanya kita yang bisa melakukannya, kita para generasi muda. Kita harus bangga terhadap kebudayaan milik bangsa kita sendiri, karena kebudayaan kita tak kalah unik dengan kebudayaan dari luar. Salah satu dari kebudayaan kita itu adalah lagu daerah, kita punya banyak lagu daerah, dan itu menjadikan lagu daerah itu ‘unik’. Kita bisa melestarikannya mulai dari hal hal kecil, seperti menyanyikan lagu daerah itu sendiri, kita mulai dari mempelajarinya lalu menyanyikannya dengan penuh perasaan bangga.

Kita jangan sampai menjadi ‘kacang yang lupa kulitnya’. Ingat tempat kita tinggal, ingat tempat kita dimana lahir, kita ada di Indonesia bung!

Ayo kita lestarikan dan dukung kebudayaan milik bangsa Indonesia! Kita sebarkan keseluruh dunia, hingga semua orang di dunia tahu, bahwa kebudayaan yang kita miliki adalah ‘istimewa’ ! :D

***

Salam, semangat “Hari Musik Nasional”
Nunuii chan

2 thoughts on “Makna “Hari Musik Nasional” (09 Maret)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s