Cerita Pendek : Hal yang Tidak Terduga darinya.

Hari yang begitu panas.. Sinar matahari membakar kulitku, keringat bercucuran di dahiku, hari ini benar benar hari yang panas..

Aku sedang berjalan di lingkungan sekolahku setelah mengikuti kegiatan rutinitas yang selalu aku lakukan di hari sabtu saja, dan aku berjalan bersama dua orang teman laki laki dari kelas sebelah. mereka bukan teman sekelasku, dan sejujurnya, aku kurang begitu akrab dengan mereka.

Tapi kesunyian antara aku dan mereka, benar benar menggangguku. ‘masakah tidak ada obrolan seperti ini?’
ya sudah, aku putuskan untuk memulai pembicaraan kepada laki laki yang satunya, laki laki yang memakai kemeja pendek dengan motif kotak kotak.

“kamu pulang kemana?” tanya ku tiba tiba pada laki laki itu, aku memberanikan diri untuk menatap langsung pada matanya, meskipun aku juga gugup untuk bertemu mata dengannya.

“ke rumahlah”, balasnya dengan sedikit nada jahil, kemudian dia menertawakanku, aku merasa ngga enak. aku sudah capek capek memberanikan diri untuk menanyai dirinya, dan dirinya malah membalas pertanyaan itu dengan nada jahil seperti itu? haaaah..

“maksudku, di jalannya.. rumahmu dimanaa,,” jelasku dengan nada sedikit agak jengkel, kali ini aku tidak menatap matanya.

“haha, di jatinangor” katanya dengan santai.

“jatinangor daerah mananya?” tanyaku lagi, basa basi.

“di daerah kirpay, kamu tahu kaan, kiara payung”

“oh, tempat itu..” kataku, aku ingat dimana daerah kiara payung itu,

“berarti kamu suka ngelewatin UNPAD ya?”

“iya, aku selalu ngelewatin daerah itu”

“ooh…”

pembicaraan aku dengan lelaki itupun berakhir, aku memutuskan untuk tidak bertanya apa apa lagi padanya, aku pikir, lebih baik sunyi saja, dibandingkan bercakap cakap berdua dengannya, aku merasa mengabaikan laki laki yang kedua, dia hanya berjalan mengikuti aku dan laki laki yang mengobrol denganku, dan dia tidak bersuara sama sekali.

sebenarnya, aku ingin sekali memulai sebuah percakapan dengan laki laki pendiam itu, aku sangaaat ingin sekali mengobrol dengannya. tapi, aku tak berani memulai, karena aku malu sekaligus gugup, semua ini karena laki laki pendiam itu adalah orang yang aku kagumi. dia terlihat sangat santai, dan kelihatannya tidak memperdulikan sekelilingnya.

sudah sejak lama, tepatnya sejak aku memulai rutinitas hari sabtuku yang ini, aku mengagumi dirinya. dia terlihat sangat kalem, dan tenang, selalu fokus. dia benar benar orang yang aku kagumi.
entahlah, sepertinya dia takkan menyadari perasaan kagumku ini, mungkin ini hanya perasaan sepihakku saja kepadanya, dan aku tidak keberatan kalaupun hanya aku saja yang mengagumi dirinya.

kesunyian ini terus berlangsung cukup lama, antara aku dan mereka tidak ada yang berbicara, hingga akhirnya kami semua tiba di penghujung jalan di sekolah, sudah saatnya berpisah disini. jalur pulang kami berbeda beda semua, tidak ada yang pulang searah.

aku berpikir sesaat, rasanya aku harus mengucapkan salam perpisahan kepada laki laki yang aku kagumi itu, karena ini saatnya berpisah, tapi aku terlalu malu untuk mengucapkannya, aku benar benar sangat malu. bahkan, aku tidak berani menatap matanya secara langsung. aku sempat bingung, antara mengucapkan selamat tinggal kepada laki laki pendiam itu, atau langsung pulang tak berkata apa apa pada dirinya. aku bingung!

tapi akhirnya, aku memutuskan.

aku memutuskan, untuk mengucapkan salam perpisahan kepadanya! aku harus mengabaikan rasa maluku ini. aku kumpulkan segenap tenaga dalam hatiku, mengambil nafas dalam dalam, dan berbalik kepadanya..

“eh, aku pulang duluan ya” kataku, kepada laki laki pendiam itu, laki laki terdiam dan dia sedang menatap diriku
oh tuhaaaan, apakah aku mengucapkan sesuatu yang salah? atau suaraku begitu anehnya?

“iya,” balasnya tiba tiba, “kamu, hati hati di jalan ya”, katanya lalu diapun tersenyum kepadaku.

DEGG!

waaaa, aku menyadari dia tersenyum padaku! tiba tiba hatiku berdebar debar, dan jantungku berdetak dengan cepat setelah mendengar kata kata darinya.

“…hati hati di jalan ya”

dia mengucapkan hal seperti itu! sungguh itu membuatku sangat senang sekali.. aku benar benar senang sekali, dia mengatakan hal seperti itu padaku. apakah dia memperhatikanku walaupun hanya sedikit? apa aku boleh berharap?

mungkin bagi sebagian orang hal itu hanyalah sebuah hal kecil yang biasa biasa saja. namun buatku ini adalah hal yang berbeda, sungguh berbeda. perasaan ini sungguh berbeda, walaupun aku sering mendengar kata kata itu diucapkan oleh kedua orang tuaku dan temanku, namun ketika seseorang yang kamu kagumi atau kamu sukai mengatakan hal seperti itu kepadamu, itu adalah sebuah kata kata yang menyenangkan hati, sebuah kata kata yang mampu membuat hati kita menghangat dalam sekejap.

kemudian, laki laki pendiam itu berjalan pergi dari hadapanku, dan akupun tersenyum tanpa dia sadari, dan tanpa di sadari oleh laki laki yang satunya. aku terlalu senang, hingga tak bisa menyembunyikan perasaan bahagiaku. dan satu hal yang aku syukuri, laki laki yang satunya sama sekali tidak menyadari semua yang aku rasakan.

hari ini, aku baru tahu, kalau kita mendapatkan perhatian dari seseorang yang kita kagumi, ataupun yang kita sukai, hal itu pastilah sesuatu yang benar benar menakjubkan. seperti sebuah keajaiban untuk diri kita sendiri. :)

aku berharap, dia akan lebih sering mengatakan “hati hati di jalan ya” kepadaku. aku akan menunggu untuk hal itu, aku pastikan itu! –
– – –
created by : nunuiichan (25 februari 2012, sabtu)

ehehehe.. cerita pendek yang sangat pendeeeek..
bagaimana pendapat kalian semua?
aku akan sangat senang sekali mendengar pendapat kalian semua,
jangan sungkan sungkan ya.. :D
akan aku tunggu. ^^

salam senang, nunuiichan

10 thoughts on “Cerita Pendek : Hal yang Tidak Terduga darinya.

  1. Bagaimana sih sebenarnya rasa kagum itu? aku masih belum mengerti apa rasa kagum itu. apakah sebegitu menyenangkannya untuk menutupi kekaguman itu?

    aku ingin sekali bisa menyembunyikan rasa kagum itu, hanya saja aku belum bisa melakukannya, apakah ada saran untukku, supaya aku bisa meredam rasa kagumku itu?

    1. Tidak menyenangkan ketika kita menyimpan sendiri rasa kagum itu.
      Rasa kagum itu memang seharusnya dibagikan.
      Kalau disimpan sendiri, rasanya ngga berguna?

          1. aku sudah lakukan hal itu sebelumnya, namun, mungkin karena suasana yang tidak tepat membuat apa yang aku utarakan tidak tersampaikan dengan semestinya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s