Kebencian Dalam Cinta.

aku pernah mengalami jatuh cinta.

ini kisah cintaku.

– – –

dulunya kita adalah sahabat, kita berteman. kita bercerita.

hampir setiap hari aku tertawa karena dirimu.

kehadiranmu dalam hidupku memberikan aku warna lain dalam hidupku.

menyenangkan bisa mengenal dirimu.

kau mendekati aku, kau berusaha menarik perhatianku.

semua itu terasa menyenangkan untukku.

mungkin tanpa aku sadari,

akhirnya aku jatuh cinta padamu.

namun aku terlalu terlambat untuk menyadarinya.

seharusnya aku mulai sadar, bahwa sejak awal aku sudah menyukaimu.

semuanya sudah terlambat! terlambat!

– – –

saat itu aku bersama temanku, dan bertemu denganmu. aku merasakan ada yang berbeda dalam dirimu, itu kusadari begitu terlambat. temanku menyapamu, kamu tersenyum. aku hanya diam saja memandang wajahmu. tapi kamu tidak sama sekali melihat wajahku. kamu tidak melihatku! padahal aku ada di depan matamu! jarum pertama telah kau tusukkan dalam hati ini.

temanku berkata, ‘mau kemana?’

kamu menjawab ‘ke lapangan’

kamu terlihat sedang mencari cari seseorang, aku juga terlambat untuk menyadari hal itu. temanku terlebih dahulu menyadari arti gerak gerikmu  itu. dia menyadarinya, karena itu pula aku menyadarinya juga.

‘kamu nungguin ‘dia’ ya?’ temanku bertanya

hatiku terasa mati mendengar kata ‘dia’. aku menyadari semua hal yang tak kusadari sebelumnya. bahwa ‘dia’, menunjukan seseorang nya kamu. kamu yang memiliki ‘dia’

‘yaaah, kamu sudah punya pacar jadi sombong ya’ tambah temanku.

satu kalimat itu saja sudah membuat aku tersadar! dan ribuan jarum telah kau tusukkan padaku tanpa kau sadari. kau benar benar aktor yang hebat!

kau berperan seolah olah kau menyukaiku, dan kau mendekatiku.

lalu? pada akhirnya, kau mendapatkan yang lain.

aku menyesal!! aku menyesal setengah mati karena sudah memberikan kamu harapan!

aku menyesal karena sudah pernah menyukai kamu!

penyesalan ku adalah mengenal mu!

kau tahu? kau buta! kau tidak melihat ada seorang perempuan yang menunggu dirimu?

kau orang terkejam, yang telah melukai hatiku.

mengapa aku sempat terjatuh pada orang seperti kamu?

aku menyesal sudah mengenalimu jika akhirnya begini.

aku sudah mempercayaimu! aku sudah memberikan separuh hatiku untukmu, tapi apakah kamu tidak menyadarinya sama sekali? apa kamu tidak melihatnya? kamu tidak merasakannya?

sakit ini benar benar sakit, begitu kejamnya kau.

kaupun begitu cepat melupakan aku.

baguslah jika kamu melupakanku.

karena mulai sekarang, AKU JUGA AKAN MELUPAKANMU!

aku tak butuh seseorang yang berwajah dua.

biarlah luka dalam hati ini membekas, aku hanya akan menunggu hingga seseorang membawakan obat untuk hatiku.

– – –

setelah kamu memiliki ‘dia’, kamu melupakanku.

melupakan ku dengan cepat.

kita tidak pernah mengobrol lagi, tertawa lagi.

itu baik, aku mulai menikmati keadaan seperti ini.

tetapi sebagai gantinya, aku MEMBENCIMU setengah mati!!

aku tidak lagi berteman denganmu, karena berada didekatmu membuatku teringat akan pengkhianatanmu!

aku tak butuh seseorang yang seperti itu.

aku tidak butuh KAU.

semua perasaan ini ku akhiri dengan KEBENCIAN.

tak ada lagi rasa untuk dirimu. tidak ada.

kebencianku merupakan takdir untukmu!

takdirku, MEMBENCIMU!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s