25 januari 2011

“termenung di dalam kelas.
sunyi membunuh kita.
kau dan aku, hanya ada kita berdua di sini.
kau palingkan wajahmu dariku.
membunuh sebuah perasaan yang tak kutahui artinya.
kau tak pernah menatapku hanya untuk sekali saja.
tidak pernah.
kau hanya merunduk, menutup wajah untuk menyembunyikan perasaan ganjilmu.

haruskah sepi ini membunuh jarak antara kau dan aku?
biarkan aku sejenak melihat wajah dan perasaan yang kau tutupi itu.

dan kesunyian masih mengalir di kelas ini.
masih di antara kau dan aku.
hingga seseorang datang ke kelas.
membunuh kesunyian di antara kau dan aku.
dan kaupun baru memecahkan kesunyian bersamanya.
baguslah.”

– – –

*catatan kecil untuk diriku. sampai saat ini, aku masih mengingat kejadian di dalam kelas ini, bersama ‘orang itu’.

Advertisements