Kesalahanku akan perasaanmu.

Maafkan aku..
Aku benar2 tak memiliki niat untuk menyakiti hatimu dg kata2ku.. Aku tak tahu, kata2ku akan membuatmu tak mempercayaiku..
Apa sesulit itu untuk mempercayai aku?
Apa aku tak pantas untuk kamu percayai?
Terlalu sulit kah?

Kini, engkau memutuskan menyendiri dariku.
Apa aku akan kehilangan dirimu?
Apa aku melepaskan dirimu saat kamu memutuskan pergi?
Kumohon, maafkan aku! Aku memang menyesal meragukan hatimu, kini kamu meragukan aku. Aku benar2 menyesal.
Aku memang tak pernah mensyukuri apa yang kupunya.
Tapi, aku menyadari satu hal,
bahwa kehadiranmu adalah sebuah anugerah, dan aku harusnya aku mensyukuri itu. Tapi aku terlalu ego untuk mengakuinya. Aku salah!
Berapa kali aku meragukan hatimu! Hatiku selalu goyah, tapi kamu tak pernah menyadari itu. Aku menyayangimu, dan tak ingin kehilangan kamu.
Tapi keraguan yang hanya datang sesaat ini menghancurkan perasaanku padamu. Kehilangan kamu, walau sementara, sungguh menyakitkan.
Kenapa aku harus mengalami ini akan cintaku sendiri?
Andaikan dalam cinta tak ada dusta, semuanya takkan terjadi seperti ini.

Apa yang harus aku lakukan, agar membuatmu kembali percaya akan perasaanku? Tahukah kamu, aku selalu menderita jika aku sendirian tanpa dirimu!
Aku, ingin kamu mempercayaiku lagi! Bahwa, satu2nya lelaki yang benar2 kucintai adalah dirimu. Burung hitam dalam kegelapan. Aku benar2 menyukai dan menyayangi kamu, kumohon maafkan aku! Maafkan aku..

Aku, masih pantaskah aku menyimpan hati ini untukmu?

Teruntuk : burung hitam dalam kegelapan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s