Cokelat dan tak tahu diri.

Aku dapat cerita dari temanku, yang sangat jauuuh di sana.
Sebuah cerita tentang cokelat.. Panggil saja temanku hika.

Hika memiliki banyak manusia yang mengganggap dia sahabat. Tapi hika sendiri, tidak pernah mengganggap manusia2 itu sebagai sahabatnya. Entahlah itu kenapa. Karena mungkin, hika sudah tidak mempercayai lagi arti persahabatan dan seorang sahabat. Sehingga dia memutuskan tak akan pernah menganggap siapapun teman maupun sahabat.
Hika, orangnya di kalangan berada. Saat itu, hika ingin memberikan hadiah pada manusia yang menganggap dia sbg sahabat. Dia ingin memberikan cokelat pada mereka. Sbg tanda terima kasih.

Hika pun memberi mereka satu per satu cokelat yang sudah di beli pada manusia manusia itu. Dasar manusia tak berguna! Mereka, di kasih hati minta jantung!
Setelah melihat coklat yang di beri oleh hika tidak mahal alias yang biasa saja, manusia2 itu malah berkata, “kenapa cokelatnya seperti ini?”. Hika saat itu tidak mengerti, dia brtanya balik pada manusia2 itu, “apa maksudmu?”. Manusia itu menjawab, “kenapa ngga yang sedikit mahal? Yah yang levelnya tinggi..” *kurang ajar banget eta manusia!
Hika saat itu benar benar kecewa! Marah! Mereka benaran tidak tahu di untung! Sampai saat itu, hika ingin sekali membuang coklat pemberiannya ke wajah manusia2 itu, tapi dia menahannya. Hika berkata dg tenang, tapi dalam kata2nya penuh penekanan, “kalian mau atau tidak, jawab saja! Tidak pun tidak apa. Aku tidak rugi. Bisa kuberikan pada yang lainnya, yang msh bisa menghargai!”, kata2nya sangat tegas. Manusia2 itu dg pnuh perasaan malu, menerima coklat dari hika. *beneran, aku benci pada manusia itu!

Hika, keputusan dia memang tepat mungkin ya. Alasan dia tidak mau mempercayai sahabat, ya seperti itu. Dia sudah disakiti berkali kali, di tambah sekarang. Mungkin rasa ketidakpercayaannya terhadap seorang sahabat bertambah lagi.. Dia benar2 trauma untuk menganggap lagi seorang manusia sbg sahabat.. Baginya, sahabat hanya alat untuk melukai dirinya.

Hika, temanku. Aku tak tahu berapa kesakitan yang sudah kau terima dari seorang ‘sahabat’, tapi tak sepatutnya kamu begini. Tak sampai kamu menjadi trauma..

Coklat dan ketidaktahuan diri seorang manusia, itu yang terjadi padamu kan? Hehe.. Manusia manusia seperti itu memang sewajarnya tak boleh dianggap sebagai sahabat! *aku mendukungmu hika! . . .

Yah, semoga.. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Apapun yang akan di beri seseorang pada kita, kita harus menerima dg senang hati. Tak boleh pilah pilih. :-) dan jadilah seorang sahabat yang baik bagi seseorang yang menunggu kedatangan sahabat yang baik.. Semoga Allah berada di sisi kita selalu. Amien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s