Musim musim cinta (part 4)

-MUSIM GUGUR-
Awal musim gugur..

Musim gugur yang kulalui bersamamu itulah yang terbaik. Daun daun berguguran, jatuh dengan warnanya yang keemasan, seperti sebuah tarian ketika dedaunan itu jatuh. Aku menyukaimu, seperti halnya aku menyukai semua musim yang aku lalui bersamamu. Yang paling ku sukai adalah senyummu di bawah daun daun yang berguguran. Begitu syahdu.. Tetapi,
ini awal dari mimpi burukku..

pertengahan musim gugur..

Aku tak selalu yakin kalau hubungan yang kita jalani ini akan bertahan. Aku nggak tahu kalau akhirnya akan seperti ini. Dan memang inilah takdir kita, disini. . . .
Kau dan aku begitu berbeda. Kita di hadapkan pada pilihan yang berbeda. Kau juga mungkin tahu hal itu. . . .
Ada sebuah pilihan di depan kita. Dan takdir kita ada, untuk memilih. Pilihan itu berbeda, dan mengharuskan kita untuk mengambil jalan. Kau dan aku berbeda, kita mengambil jalan yang berbeda. Dan untuk mengambil jalan yang sama, aku pikir kita terlalu ego. Kita lebih mementingkan apa yang kita pilih. Kau di jalur itu. Aku di jalur ini. Memang takdir kita untuk tak dapat bersama dan untuk berpisah sekarang ..

akhir musim gugur..

Daun daun masih berguguran daengan indah, dan tariannya yang indah. Daun daun yang gugur itu sejalan dengan hatiku yang sudah gugur. Aku memilih jalan yang berbeda dengan dia, dan artinya, aku harus memutuskan hubunganku dengannya. Dengan seorang sahabatku sendiri, yang ku cintai, yang kusayangi.. Tapi kesakitanku,
CINTAKU TELAH GUGUR!

04 mei 2010, selasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s