Satu kesalahan.

Hanya ingin bercerita.
Kuharap ini bermanfaat untuk kalian..

Aku berbicara serius pada ayahku di ruang tamu, hanya ada aku dan ayah.
Aku berkata pada ayah, bahwa aku menginginkan sebuah handphone. Aku sudah bersabar dari kelas 8 smp hingga sekarang (kelas 9), ayah hanya mengumbar janjinya saja. Dan sekarang aku menagih janjinya.
Ayah hanya berkata ‘sabar’, satu kata yang membuatku kesal. Aku langsung berkata dengan sedikit jengkel kalau aku sudah cukup bersabar dari kelas 8 hingga sekarang. Ayah berjanji akan membelikan aku handphone ketika aku sudah menginjak kelas 9. Sekarang aku sudah masuk kelas 9, tapi ayah belum menepati janjinya. Tentu saja itu benar2 membuatku kesal!
Ayah hanya terdiam merenung, menatap layar kaca tv yang menyala, ayah berkata lagi padaku, ‘hanya sabar, apa sulit? Nanti ayah akan membelikan yang baru. Sabar ya’ katanya lembut. Singkat, tapi itu menyakitkan, ayah berkata dengan lembut, tanpa ada marah sedikitpun. Sehingga, aku merasa bersalah. Aku pergi dari ruangan itu, dan meninggalkan ayah sendirian dengan perasaan kecewa.
Aku terdiam sendiri di kamarku, merenungkan kejadian tadi. Bahwa kata2ku tadi sungguh keterlaluan. Bukankah aku juga tahu, bahwa ada keperluan mendesak yang harus segera di penuhi? Handphone, jika tidak di belipun takkan membuat kita mati bukan? Yang paling tidak enak adalah, perasaan ayahku. Mungkin setelah mengatakan hal itu, ayahku pasti merasa tidak enak padaku, pasti merasa bersalah, aku yakin ayah pasti kepikiran terus menerus.. Itulah kesalahanku, aku menyesal telah mengungkit masalah handphone. Tidak bisakah aku menunggu barangkali sebentar saja? Apa itu sulit? Ya allah, aku benar2 menyesal. Apa yang harus aku lakukan? Aku khawatir dengan ayahku.. Ayahku terus2an memikirkan handphone untukku. Aku kasihan padanya. Aku menyesal ya allah.. Maafkan aku yang telah khilaf.. :(
kesalahan ini tak kan pernah terulang lagi!

Teruntuk, ayahku yang tercinta.

Tak ada niatan untuk menyakitimu ayah. Aku hanya terbawa emosi, dan melupakan tentang perasaanmu. Aku khilaf. Apakah engkau memaafkan ku ayah? Aku benar2 menyayangimu.. Lebih dari apapun. Dan aku tak ingin kehilangan ayah.. Maafkan aku ayah.. :( aku benar2 menyesal.
Kelak jika ayah membaca postingan ini, ayah akan tahu perasaanku pada ayah. Aku benar2 menyesal karena kejadian handphone itu, aku menyesal. Ayah maafkan aku.. Dan aku ingin ayah tahu, bahwa aku menyayangi ayah.. Ayah, seseorang yang di kirim tuhan untukku, dan memberikan sebuah pelajaran untukku, agar aku dapat bersabar..
Ayah semoga engkau di beri pahala oleh allah. Amien.

Anakmu, yg khilaf.

-ini kisah nyata yang ku alami sendiri, tadinya aku tak berniat untuk mempostingnya di sini, tapi aku pikir kalian berhak tahu, agar kalian juga dapat memetik pelajaran2 berharga, sama seperti aku.. Aku senang jika kalian dapat belajar dari kisah ini.. :’)

.Happyending.
.Februari 2011.
.Bulan ini, ayah tercinta ulang tahun, tepat tanggal 14 feb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s