Aku Ingin Menulis

Aku merasa kehilangan sesuatu akhir-akhir ini dalam hidupku; sesuatu yang aku tidak tahu bentuknya atau rupanya seperti apa.
Mungkin salah satunya adalah menulis.

Pada apa yang dulu membuatku sangat bersemangat, sampai lupa waktu… kini aku kehilangan pesonanya.

Aku seperti dikuasai oleh sesuatu.
Mungkin aku merasa tidak sebebas sebelumnya.

Setiap kali menulis, aku merasa harus menulis sesuatu yang bagus; yang sangat bagus. Sesuatu yang membuat orang lain kagum dan terkesima. Sesuatu yang bagus, sehingga bisa menghasilkan uang bagi diriku yang khawatir tidak bisa mendapatkan pekerjaan di masa depanku. Sesuatu yang cukup menakjubkan, sehingga bisa menghasilkan uang bagi diriku yang merasa tidak cocok bekerja di perusahaan. Pikiran yang kubuat sendiri itu, secara tidak langsung menjadi beban tak kasat mata yang membayangi jemariku untuk menuliskan atau mengetik sebuah cerita. Sebuah pikiran yang sangat tidak tulus bagi diriku yang dulunya murni ingin menulis untuk kesenangan diri sendiri. Aku juga terus menerus memikirkan apa yang aku tulis ini sudah benar? Apa tidak ada salah? Apa penggunaan tanda bacanya sudah benar? Sudah benarkah? Sudah benarkah?

Aku masih ingat waktu aku duduk di bangku SD. Sehabis pulang sekolah, aku menghabiskan waktuku sampai sore hari di rumah nenek. Aku ingat hari itu, di mana aku terlungkup di karpet yang ada di kamar nenekku dan menuliskan cerita tentang bunga yang bisa berbicara dan melakukan karate di kertas binder. Rasanya hari itu, aku merasa begitu bebas dan tidak terkekang oleh sesuatu. Aku punya segalanya untuk aku tuliskan, dan aku sama sekali tidak mengkhawatirkan hal-hal macam apakah ceritaku sudah cukup bagus untuk dibaca oleh orang lain atau tidak, atau mengenai penggunaan tanda baca, dan hal-hal lain. Aku hanya ingin menulis waktu itu; mengeluarkan apapun yang terpikirkan dalam benakku. Terus dan terus menulis sampai lupa waktu dan begitu terhanyut dengan bunga yang aku tulis. Dengan sebuah pensil di tanganku dan kertas di hadapanku, aku merasa tidak perlu hal yang lain lagi. Aku punya segalanya di dunia ini yang aku butuhkan. Waktu itu, aku merasa sangat bahagia.

Dulu, sebegitu besarnya kesukaanku terhadap menulis.

Kini, menulis tidak sama lagi seperti dulu. Aku merasa separuh dari diriku hilang. Aku kehilangan kemampuan diriku untuk merasakan dunia dan menuliskankannya lewat kata. Setiap kali menuliskan kata demi kata, aku menghapusnya kembali, menghapusnya lagi, menghapusnya, menghapusnya, menghapusnya, menghapusnya sampai layar kembali menjadi kosong, karena yang aku tuliskan belum cukup baik. Tidak bermakna apa-apa. Tidak akan menjual. Aku putus asa. Rasanya seperti kehilangan sesuatu yang penting dalam hidupku, dan aku benar-benar merasa kosong sesudahnya. Menulis tidak lagi membawa kebahagiaan yang murni dalam hidupku.

Aku ingin menulis lagi.
Aku ingin menulis sesuatu yang aku suka.
Aku ingin membuat diriku bahagia dengan menulis.
Aku rindu menulis.
Aku rindu terhanyut dalam duniaku sendiri.
Aku ingin menulis lagi seperti dulu, Ya Tuhan…

Pada waktu yang dulu berjalan tanpa kusadari, kebahagiaan kurasakan dalam hidupku melalui sebuah bunga yang dapat berbicara dan bisa karate, yang aku tuliskan di atas selembar kertas binder kosong dengan pensil. Sesederhana itu.

 

– Minggu, 24 September 2017.

Advertisements

30 Days Book Challenge – Day 7 : A Book That Make You Laugh

30 Day Book Challenge
Day 7 : A book that make you laugh

Oke. Tantangan di hari ketujuh ini ngga sesulit tantangan sebelumnya. Aku sudah memikirkan dua buah buku yang “pernah” bikin aku ketawa pas bacanya. Salah satunya adalah buku yang pernah aku sebutkan di tantangan hari keempat yaitu buku Confession of a Shoppaholic yang ditulis oleh Sophie Kinsella :)

Tapi rasanya kalau menuliskan satu buku yang sama lagi, rasanya ngga rame, ya? Maka dari itu, aku memilih buku yang lain, yang sama-sama bikin aku ketawa saat aku pertama kali baca ^^

Buku itu adalah… AFTER SCHOOL CLUB yang ditulis oleh Orizuka ~ :D

15777324

Buku ini aku baca pas aku masih SMA. Informasi tambahan, buku ini juga aku adaptasi menjadi drama untuk dipentaskan di salah satu tugas kelas di sekolahku :”) *Yah, jadi nostalgia*

Dalam ingatanku, saat membaca buku ini untuk pertama kalinya, aku merasa banyak tertawa; karena cara penulis menceritakan sesuatu, atau dari cara karakternya bertingkah. Kelakukan anak-anak SMA yang “ngga normal”, hahahaha. Walaupun saat aku membacanya sekilas lagi untuk yang kedua kalinya, entah kenapa beberapa bagian yang saat itu kubaca begitu lucu, kini hanya membuat aku tersenyum :”) Dulu sampai ngakak, sekarang cuma senyum aja ^^

Ini sinopsis yang tertera di bagian belakang bukunya :

“Aneh, Ajaib, Norak. Tiga kata itu pas untuk menggambarkan penghuni kelas After School. Kelas ini juga dianggap sebagai kelas anak-anak “bodoh” oleh seluruh warga sekolah. Gara-gara nilai Fisikanya jeblok dua kali berturut-turut, Putra harus masuk kelas itu. Ini bikin Putra yang terkenal cool dan populer jadi males berat. Apa lagi kalau ayahnya yang angker dan penuntut sampai tahu, bagaimana ia menjelaskannya?

Tiap hari Putra harus tahan banting menghadapi keusilan anak-anak After School Club. Ditambah lagi, Cleo, ketua geng After School Club diam-diam menyukainya. Keusilan anak-anak After School Club meningkat dua kali lipat demi membantu Cleo PDKT.

Bencana bagi Putra sekan jadi bertumpuk-tumpuk. Musibah apa lagi setelah ini?”

Dari sekian banyak buku yang sudah aku baca, buku ini secara pribadi menyimpan banyak sekali kenangan manis. Salah satunya adalah bagaimana semua teman sekelas semasa SMA benar-benar berusaha menghidupkan novel ini menjadi sebuah drama yang keren dan lucu. Dan momen-momen saat berlatih drama… Ah, menyenangkan sekali :”) Juga saat salah satu teman semeja ku ikut membaca buku ini, dan kita sama-sama fangirling barengan soal kocaknya tingkah anak-anak di After School Club, hehehehe, itu juga menyenangkan! Yah, itu masa lalu. Masa lalu yang bikin hatiku hangat saat mengingatnya.

Orizuka kalau membuat novel yang kocak ngga setengah-setengah, hehehehe. Dia salah satu penulis lokal favoritku. Semacam auto buy author ^^ Yah karena aku sudah lama tidak menengok toko buku, aku tidak tahu apakah Orizuka sudah menuliskan novel lain atau belum… Kuharap aku bisa membaca novel terbarunya lagi ^^ Semoga berjodoh! Hehehehe.

Selamat membaca! ^^

08 Oktober 2017, 18:50

30 Day Book Challenge – Day 6 : A Book That Make You Sad

30 Day Book Challenge
Day 6 : A book that make you sad

Ah, aku kelewat satu hari T^T Aku menulis ini pada tanggal 7 Oktober, yang mana seharusnya kutuliskan pada tanggal 6 Oktober. Padahal bisa saja dilewat ya, tapi aku terlalu suka dengan tantangan tema buku yang ini T^T Aku tidak bisa melepaskannya. Jadi aku tetap menuliskannya saja, hehehe. Kemarin aku terlalu asik membaca buku, dan fangirlingan, dan beberapa urusan lainnya yang kebetulan hanya bisa dikerjakan pada hari itu saja.

Tantangan di hari keenam adalah buku yang membuat kamu sedih.

Untuk tantangan ini, entah kenapa aku tidak merasa kesulitan seperti tantangan-tantangan sebelumnya. Memang ada beberapa buku yang tercetus dalam ingatanku saat memikirkan kata ‘sedih’, tapi aku tidak merasa kesulitan untuk memilih satu buku yang membuatku sedih. Sedih di sini adalah dalam artian membuatku menangis. Aku cukup banyak membaca buku yang membuatku menangis :”)

Seperti yang sudah aku sebutkan sebelumnya, aku lumayan banyak membaca buku yang sedih. Biasanya karena salah satu karakter favoritku meninggal… Atau jalan ceritanya terlalu sedih… Atau penderitaan bertubi-tubi yang terjadi pada karakter utamanya… Atau aku berempati pada perasaannya karakter utama… dan masih banyak lagi alasan yang belum bisa disebutkan saat ini karena belum terpikirkan.

Tapi, buku yang ini, buku yang aku pilih ini berbeda. Itu adalah sebuah buku yang berjudul “A Monster Calls (Panggilan Sang Monster)” yang dituliskan oleh Patrick Ness.

29225300

Ini bukan jenis sedih yang seperti yang sudah aku sebutkan di atas. Bukan jenis sedih karena aku berempati pada karakter utama dan ceritanya. Ini adalah jenis sedih di mana aku menangis karena rasanya buku ini ditulis “untukku. Apa yang dirasakan karakter utamanya (walau berbeda konteks), dan apa yang dihadapi oleh karakter tersebut, rasanya seperti yang “pernah” terjadi atau “sedang terjadi” (?) pada diriku dan aku merasakan koneksi yang sangat dalam terhadap buku ini. Rasanya buku ini memberikan jawaban terhadap salah satu pertanyaan yang terus menerus terngiang dalam pikiran. Rasanya buku ini memberikan pesan tersebut “langsung untukku”; pantas jika aku bilang bahwa rasanya buku ini seperti ditulis untukku. Buku ini memberikan jawaban yang aku butuhkan…. untuk menghadapi sesuatu yang selama ini aku pendam dalam-dalam.

Aku akan menuliskan sinopsis yang tertera di belakang bukunya untuk kalian :

“Sang Monster muncul persis lewat tengah malam. Seperti monster-monster lain.

Tetapi, dia bukanlah monster seperti yang dibayangkan Conor. Conor mengira sang monster seperti dalam mimpi buruknya, yang mendatanginya hampir setiap malam sejak Mum mulai menjalani pengobatan, monster yang datang bersama selimut kegelapan, desau angin, dan jeritan… Monster ini berbeda. Dia kuno, liar. Dan dia menginginkan hal yang paling berbahaya dari Conor.

Dia menginginkan kebenaran.”

Saat membaca untuk yang kedua kalinya, seperti yang sudah aku ceritakan di tantangan hari kedua, aku masih saja menangis. Aku saja merasa ajaib, karena seharusnya menangis tidak diperlukan mengingat aku sudah tahu akhir ceritanya seperti apa. Mungkin karena pesannya sangat berhubungan sampai saat ini, sampai detik ini, sampai aku membaca buku ini sebanyak dua kali…

Mengutarakan kebenaran, tidak semudah yang dibayangkan. Beberapa orang rela mati hanya untuk tetap menyembunyikan kebenaran. Tapi, untuk “membebaskan”, bukankah kebenaran harus diutarakan?

Selamat membaca :”)
Buku yang satu ini, aku sangat merekomendasikannya kepada kalian untuk membacanya :”)

 

7 Oktober 2017, 20:45

30 Day Book Challenge – Day 5 : A Book That Make You Happy

30 Day Book Challenge
Day 5 – A book that make you happy

Apakah itu artinya aku harus memilih satu buku diantara ratusan buku yang sudah aku baca?? Sebuah buku yang membuat aku bahagia? Seriously… semakin hari pertanyaannya lebih susah daripada soal SBMPTN yang dulu pernah aku hadapi, hahahaha. Jika aku memikirkan sebuah buku yang membuatku bahagia saat membacanya, sepertinya aku memikirkan buku ‘itu’ :”)

Buku yang mana?

Buku yang judulnya Until There Was You (Ketika Kau Datang) yang ditulis oleh Kristan Higgins, dan sudah diterjemahkan oleh Gramedia

26861330

Sejujurnya, akan lebih tepat dikatakan semua buku-bukunya Kristan Higgins yang sudah aku baca membuatku bahagia. Jumlahnya ada enam? Atau lima? Aku tidak tahu. Enam deh! Aku sudah ingat sekarang. Serius aku tidak bisa memilih satu T^T Tapi, jika memang diharuskan memilih satu, maka buku yang aku pilih adalah Until There Was You. Alasannya? Yah, karena itu buku pertama dari Kristan Higgins yang aku baca, dan saat pertama kali membacanya aku benar-benar bahagia T^T Ajaib ya, sebuah buku bisa membuat aku tertawa dan bahagia, padahal cuma kata-kata dalam kertas :”)

Ini sinopsis yang dituliskan di bagian belakang bukunya :

“Deja vu pesta dansa SMA kembali lagi…

Posey Osterhagen tak pantas mengeluh. Dia pemilik perusahaan yang sukses, dikelilingi keluarga penuh cinta yang agak eksentrik, dan punya pacar -kurang lebih. Namun rasanya ada yang kurang. Sesuatu yang jangkung, keren, dan sangat tampan… sesuatu seperti Liam Murphy.

Saat Posey berusia nema belas, cowok bandel dari Bellsford, New Hampshire itu membuat dia patah hati. Tapi sekarang pria itu kembali dan membuat hati Posey bak remaja belasan tahun kehilangan kendali sekali lagi. Posey seharusnya menghindari pria itu dan menjaga jarak, tapi sepertinya takdir memiliki gagasan lain.”

Sejujurnya, apa yang aku suka dari karakter-karakter yang dibuat oleh Kristan Higgins adalah, karakter laki-lakinya yang sangat menyenangkan dan TAMPAN :> Sejauh ini belum ada bukunya dari Kristan Higgins yang aku ga suka; SEMUANYA AKU SUKA! Dan setiap kali membacanya, aku selalu bahagia, tentu saja karena ceritanya juga ringan dan menyenangkan! Itu ga berarti ceritanya ngga ada konflik sama sekali ya. ^^ Pokoknya ia berhasil mengembangkan ceritanya jadi menarik untuk dibaca tiap kali  aku membalik halaman :)

Aku ingin mengoleksi semua buku-bukunya Kritan Higgins T^T
Walaupun ukuran bukunya kecil dan agak tebal, ternyata harganya ngga sebanding dengan ukurannya ya :”)) Agak mahal untuk ukuran buku yang seperti itu. Makanya setiap kali mau beli buku Kristan Higgins, aku harus belinya di Togamas atau Rumah Buku ^^ Lain kali, jika memungkinkan… aku ingin menuliskan semua buku dari Kristan Higgins yang sudah aku baca di postingan yang terpisah dari ini ^^

Aih! Selamat membaca! Dan selamat bahagia! ^^

 

5 Oktober 2017, 19:40

30 Day Book Challenge – Day 4 : Favorite Book from Favorite Series

30 Day Book Challenge
Day 4 : Favorite Book of your favorite series

Tantangan buku hari keempat adalah tentang buku favorit dari seri favorit kamu. Pada tantangan hari ketiga, aku sudah menyebutkan seri buku terfavorit, dan kali ini aku harus memilihnya lagi T^T Oh damn dmsandmadnsjdhas it’s so hard. Tapi aku sudah memutuskannya barusan (iya, barusan banget).

Buku dan komik favorit dari seri favorit, tidak dalam urutan tertentu :

1. Confession of a Shopaholic (Pengakuan Si Gila Belanja) dari Sophie Kinsella
Buku pertama dari seri “Shopaholic”

2771120

Entah kenapa, aku bener-bener suka banget baca buku ini. Ketawa iya, sedih iya, ngakak iya. Hahahaha. Mungkin karena aku relate banget sama ceritanya yang kadang dilema banget pas mau beli sesuatu dan saat udah beli pun malah bikin alasan lagi yang pokoknya bikin nyaman dan tenang hati. Karakter Becky Bloomwood juga fresh banget; lucu iya, unik iya, baik iya, banyak alasan iya.

2. Naruto Vol. 47 : The Seal Destroyed dari Masashi Kishimoto
Komik ke-47 dari seri “Naruto”

6435922

Ini yang pas Naruto ketemu Ayahnya untuk yang pertama kalinya bukan, sih? Yang waktu pas ngelawan Pain, terus Kyuubi-nya keluar karena Naruto ngga bisa mengontrol kebencian dirinya terhadap Pain yang udah melukai Hinata pada saat itu.

AAAAAAAAAAAA. Aku terharu Naruto bisa ketemu dan melihat Ayahnya walaupun bukan di dunia nyata :”) Naruto yang sudah besar dan akhirnya melihat Ayahnya yang ternyata adalah memang Hokage Keempat :”)

3. Naruto Vol. 53 dari Masashi Kishimoto
Komik ke-53 dari seri “Naruto”

9585222

Ini pas Naruto ketemu sama Ibunya, dan masa lalu dibalik Kyuubi tiba-tiba “ada” pas Naruto dilahirkan. Wah pokoknya sedih banget lah bagian yang ini T^T Paling terharu saat Naruto bilang bahwa sebelum ia menjadi Jinchuuriki Kyuubi, ternyata ia “sudah” diisi oleh cinta dari Ayah dan Ibunya; ia menerima Ayah dan Ibunya walaupun mereka sudah meninggalkan Naruto sejak awal dia dilahirkan :”)

4. Naruto Vol. 61 : Uchiha Brothers United Front dari Masashi Kishimoto
Komik ke-61 dari seri “Naruto”

15803924

Aku ngga akan pernah bisa lupa apa yang dikatakan oleh Itachi dalam buku ini kepada Kabuto, rasanya kata-kata itu seperti menampar aku juga. Aku suka banget sama karakter Itachi di sini :”)

5. Naruto Vol. 64 : Ten Tails dari Masashi Kishimoto
Komik Naruto ke-64 dari seri “Naruto”

17571503

HINATA DAN NARUTO~ MY FUCKING SHIP IS SAILING HAHAHAHAHAHAHAHHAHA.
Tapi, di sini salah satu karakter kesayangan pergi juga (dikorbankan) RIP NEEJI. :”(

6. Anne of Green Gables dari Lucy Maud Montgomery
Buku pertama dari seri “Avonlea”

8127

Buku ini harus masuk ke daftar ini, karena buku pertama mengantarkan aku untuk lebih jatuh cinta lagi terhadap gadis yang bernama “Anne” :”) Tentang perjalanannya, impiannya, masa remajanya, kisah cintanya, dan masih banyak lagi. Oh ya Tuhan… dulu aku sangat menikmati sekali membaca seri ini. Aku tenggelam bersama imajinasi yang dibuat oleh Anne; pada petualangan yang ia lakukan. Pada caranya memandang dunia dengan polos. Pada kebaikan hatinya. Semuanya. Aku jatuh cinta dengan seri ini. Dan gara-gara menuliskan ini, aku kepengen banget baca lagi buku ini T^T

Adakah dari buku-buku yang telah aku sebutkan di atas, yang sudah pernah kalian baca? ^^

Selamat membaca!

P.S : Gambar-gambar di atas sama sekali bukan milikku, aku mengambilnya langsung dari http://www.goodreads.com . Dan pada semua buku yang sudah disebutkan di atas, walaupun kover bukunya versi luar negeri tetapi aku membaca versi-nya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ^^

4 Oktober 2017, 13:19

30 Days Book Challenge – Day 3 : Your Favorite Series

30 Days Book Challenge
Day 3 : Your Favorite Series

Wow! Lagi-lagi aku kebingungan. Sejujurnya, karena selama beberapa bulan terakhir aku jarang membaca (menuliskan soal ini saja sudah membuatku sedih) jadi aku benar-benar merasa lupa pada buku-buku apa saja yang sudah aku baca. Aku butuh melihat kembali koleksi di rak buku untuk mengingatkanku soal hal itu. Dan aku dapat pencerahan!

Oke, jadi ini “My Favorite Series” tidak dalam urutan khusus; campuran dari novel dan komik yang pernah aku baca :

1. Seri “Anne of Green Gables” (Avonlea Series) oleh Lucy M. Montgomery

Ini buku yang aku baca saat aku masih SMP dan aku bersyukur membaca seri ini pada saat itu :”) Aku merasa diriku yang sekarang, sedikit banyak dipengaruhi oleh karakter Anne dalam Anne of Green Gables yang imajinasinya aktif sekali. Aku jadi ingin membaca ulang buku pertamanya… T^T

2. Seri “Shopaholic” oleh Sophie Kinsella

Ini aku baca beberapa tahun yang lalu. Aku lebih dulu menonton filmnya (Confession of a Shopaholic) dibandingkan novelnya. Filmnya bener-bener seru buat ditonton! Tapi setelah membaca novelnya, ternyata lebih seru dan kocak novelnya :> Tentunya, setelah membacanya, aku menemukan banyaaaaaak sekali perbedaan dengan filmnya (tipikal adaptasi hmmmm) tapi dua-duanya rame. Serius!

3. Seri “Percy Jackson & The Olympians” oleh Rick Riordan

Ini juga aku baca beberapa tahun yang lalu. WAH AKU SUKAAA BANGET sama seri yang satu ini T^T huhuhu. Bener-bener aku terhanyut dalam ceritanya; kisah petualangan berbalut fantasi yang melibatkan Dewa-Dewa Yunani. Aku juga belajar banyak hal tentang dewa-dewa Yunani di sini… pengetahuanku jadi bertambah waktu itu. Aku bahkan sampai hapal arti nama suatu Dewa-Dewa Yunani, kalau sekarang sih sudah lupa. :”) Ah, jadi ingin baca lagi…

4. Seri “Chronicles of Audy” oleh Orizuka

Seri favoritku dari penulis lokal Indonesia. Aku sudah jadi fans tulisannya Kak Orizuka sejak masih SMA kalau tidak salah. Kisah Audy sama seri “Chronicles of Audy” bener-bener kocak, bikin aku ketawa! Serius! Harus baca!!

5. Seri “Fight on Akatsuki” dari Takao Aoyagi (manga)

Pertama kali baca bukan dari buku pertama, tapi dari buku keenam. Dan itu satu volume lagi sebelum seri ini tamat. Hahahaha. Aku iseng membaca komik ini pinjam dari sepupuku yang lebih tua dariku. Kapan ya aku bacanya? Sepertinya saat aku masih SD? Atau awal-awal masuk SMP? Wow… ternyata sudah lama ya T^T Dan aku benar-benar terkesan banget sama karakter utamanya; wajahnya seperti perempuan (imut) tapi ternyata dia laki-laki yang pandai main basket (aku harus mengingatkan diriku sendiri kalau dia itu laki-laki). Aku suka alur dan perkembangan ceritanya :) Baru pas kuliah, aku berhasil menemukan dan mengumpulkan semua bukunya (dari satu sampai tujuh) dan aku BAHAGIA sekali (uuuuu aku terharu huhu), karena akhirnya aku tahu awal cerita dan akhir ceritanya seperti apa.

6. Seri “Naruto” dari Masashi Kishimoto (manga)

Jelas, kan? Tidak usah aku jelaskan apapun soal manga yang satu ini :”))))))

7. Seri “Eyeshield 21” dari Riichiro Inagaki & Yuusuke Murata (manga)

Pertama kali tahu soal Eyeshield 21 dari Global TV yang dulu setiap sorenya selalu menayangkan anime-anime. Terus, baru tahu kalau itu adalah adaptasi dari manga yang berjudul sama. Dulu nontonnnya tidak dari awal episode, dan bahkan aku tidak menonton sampai tamat (sampai sekarang masih tidak tahu endingnya seperti apa, padahal sudah diberitahu sama teman SMA waktu aku di SMA tapi aku sudah lupa lagi) Ngomong-ngomong, waktu aku menonton anime Eyeshield 21, itu meninggalkan kesan yang sangat baik padaku. Aku jadi ingin tahu soal American Football :> Dan karakter Hiruma juga Sena juga sangat membekas diingatanku. Waktu pergi ke Gramedia dan menemukan bahwa manga Eyeshield 21 volume satu sampai volume sepuluh dalam collector box sedang diskon, aku tidak sungkan untuk membelinya saat itu juga.

8. Seri “CHOBITS” oleh CLAMP (manga)

Aku terharu sama cerita dalam cerita CHOBITS yang judulnya “Someone Just For Me”, selain illustrasinya sangat cantik sekali, ceritanya juga dalam. :”) Ah, cerita CHOBITS itu sendiri juga menarik, dan jangan ragukan goresan artistik dan detail khas CLAMP! Enak dipandang mata banget. Karakter Chii juga :”) Rambut dan pakaian yang dikenakan Chii imut-imut semua. Aku suka sekali manga ini.

9. Seri Eon dari Allison Goodman

AKU TERPANA SAMA KOVERNYA. Wow! Keren sekali. Apa kover asli dan versi Indonesianya berbeda? Aku tidak tahu. Tapi, yang aku maksudkan di sini adalah kover versi Indonesianya. Seorang perempuan dan Naga. Wow. Melihatnya saja sudah membuat imajinasiku berkembang; aku membayangkan banyak hal! Dan ceritanya sama sekali tidak mengecewakan imajinasi yang sudah aku buat sebelumnya; malah jauh lebih baik. Bukunya lumayan tebal, tapi astaga… wow… ceritanya!! Aku belum membaca buku keduanya (sayang sekali waktu itu aku membaca buku yang lain setelah Eon, bukannya buku keduanya)

Kayaknya cuma segitu. Tapi, jika aku menemukan seri lainnya yang secara sengaja aku ingat dan ternyata aku suka, aku bakal menambahkannya dengan segera. :)

Selamat membaca!

3 Oktober 2017, 21:31

[  U P D A T E  ]

10. Seri “Blue Heron” dari Kristan Higgins

Ini gara-gara aku menulis tantangan hari kelima, dan kemudian aku ingat seri yang ini, yang ditulis oleh salah satu penulis auto-buy milikku T^T Huwaaaa maafkan aku teman-teman dari Blue Heron..

Jadi, ini adalah salah satu seri favoritku. Aku baru baca tiga buku dari lima buku yang termasuk ke dalam seri Blue Heron ini. Dan semua bukunya ngga pernah gagal bikin aku senyum dan bahagia :D Oh ya, Blue Heron ini sendiri adalah nama sebuah pertanian anggur. Pokoknya cerita yang ditulis oleh Kristan Higgins aku suka (cowoknya gemas dan TAMPAN SEMUA ok? :> hahahaha) Selesai satu buku, ketagihan untuk baca buku lain dari Kristan Higgins. (update 5 Oktober 2017, 19:54)

30 Days Book Challenge – Day 2 : A Book that You’ve Read More Than 3 Times

30 Days Book Challenge
Day 2 : A book that you’ve read more than 3 times

Sepertinya, aku bukan tipe orang yang membaca dua kali buku dengan judul yang sama. Pengalaman pertama pasti selalu berbeda; klimaks dan ketegangan yang dirasakan ‘asiknya’ dirasakan hanya pada saat ‘itu’ juga. Jadi, aku merasa aku tidak perlu membacanya dua kali, begitu menurutku. Tetapi, terkadang aku kangen banget pada suatu karakter atau suatu perasaan yang aku rasakan dalam novel tertentu, yang pada akhirnya malah mengantarkan aku untuk membaca selewat novel tersebut. Seperti yang baru saja terjadi hari ini, entah kenapa aku mengambil novel lokal yang berjudul “Entangled” yang dituliskan oleh Michelle Tanera dan diterbitkan oleh Bentang Belia. Dulu, aku menikmati sekali membaca novel ini; dulu aku sedang suka-sukanya sama novel bergenre romance. Hari ini aku sekilas-sekilas membacanya dari awal sampai akhir. Ah, aku rindu!

Tapi, bulan September yang lalu aku membaca dua buku yang sudah aku baca sebelumnya; benar-benar dari halaman awal dan seperti saat membacanya dari awal (walaupun sudah tahu endingnya seperti apa) dan well… hmmm… ternyata membaca ulang tidak seburuk yang aku pikirkan ya. Mungkin itu hanya berlaku pada buku-buku tertentu saja. Atau, hanya berlalu pada saat-saat tertentu. Mungkin juga pada saat itu, aku membutuhkan sebuah buku yang bisa meredakan perasaan kalut yang waktu itu aku rasakan.

Jadi, mungkin judulnya harus aku ubah sedikit ya…
Day 2 : A book that you’ve read more than 2 times

***

Buku pertama : Le Petit Prince (Pangeran Cilik) oleh ANTOINE DE SAINT-EXUPERY

13272459

Membaca buku ini untuk yang kedua kalinya, membuatku menyadari apa yang tidak aku pahami sebelumnya. Maksudku, dulu saat membacanya ada beberapa bagian yang tidak begitu aku pahami dengan baik. Mungkin karena waktu itu, pengalamanku masih sedikit ya :”) Tetapi, setelah membaca untuk yang kedua kalinya, rasanya aku jadi paham begitu saja bagian yang dulu aku kurang pahami itu. Mungkin karena sudah banyak yang terjadi padaku selama rentang waktu tersebut. Ada beberapa bagian dari novel ini yang kurasakan masih sama saat membacanya; persepsiku tidak berubah maksudnya :”) Perasaanku saat membaca bagian tersebut masih sama.

Ah mungkin karena waktu itu aku ingin membaca buku tipis yang membuat perasaan kalut ku reda, maka aku mengambil buku ini untuk aku baca baik-baik lagi dari awal.

Aku suka sekali cerita Pangeran Cilik ini. Kepolosan Pangeran Cilik, walaupun kesannya kekanakkan, tetapi dibalik setiap kata-kata yang dia ucapkan, rasanya seperti mengandung sebuah kebenaran murni. Aku paling suka saat Pangeran Cilik melakukan pembicaraan dengan seekor rubah. Saat membaca cerita Pangeran Cilik ini untuk pertama kalinya, entah kenapa bagian yang itu terasa sangat berkesan sekali di dalam hatiku. Saat membaca untuk yang kedua kalinya, perasaan itu masih sama. Entah kenapa aku suka sekali.

“I am looking for friends. What does that mean — tame?”

“It is an act too often neglected,” said the fox. “It means to establish ties.”

“To establish ties?”

“Just that,” said the fox. “To me, you are still nothing more than a little boy who is just like a hundred thousand other little boys. And I have no need of you. And you, on your part, have no need of me. To you I am nothing more than a fox like a hundred thousand other foxes. But if you tame me, then we shall need each other. To me, you will be unique in all the world. To you, I shall be unique in all the world….”
― Antoine de Saint-Exupéry, The Little Prince

Buku kedua : A Monster Calls (Panggilan Sang Monster) oleh Patrick Ness

29225300

Kebenaran dan kejujuran yang secara brutal diutarakan; sepedih dan sesakit apapun itu, kebenaran harus diutarakan untuk membebaskan kita dari apapun yang kita hindari dan takutkan selama itu.

Buku ini, saat pertama kali aku selesai membacanya, hatiku pedih dan rasanya seperti dirobek-robek secara brutal (?) Aku menangis cukup lama waktu itu. Membaca untuk yang kedua kalinya pun masih membuatku menangis. Padahal aku sudah tahu akhirnya seperti apa (?) Aku merasakan koneksi yang benar-benar dalam sekali dengan buku ini. I relate so much with this book, everything about this book; walaupun dalam konteks yang sama sekali berbeda. Rasanya memang pedih, tapi memang itu yang dibutuhkan… keberanian untuk mengatakan kebenaran yang sebenarnya.

Aku membaca buku ini sesudah membaca Pangeran Cilik, karena pada saat itu… aku merasa ada di titik terendah hidupku, dan aku tidak tahu harus melakukan apa. Aku ingat pesan yang disampaikan monster itu dalam buku ini, maka dari itu aku ingin membacanya lagi untuk mengingatkan diriku akan apa yang harus aku lakukan; mengutarakan kebenaran.

“Your mind will believe comforting lies while also knowing the painful truths that make those lies necessary. And your mind will punish you for believing both.”
― Patrick Ness, A Monster Calls

“You do not write your life with words…You write it with actions. What you think is not important. It is only important what you do.”
― Patrick Ness, A Monster Calls

***

Ternyata banyak sekali buku yang sudah aku baca. Atau baru sedikit sekali buku yang aku baca mengingat ratusan juta buku yang ada di dunia ini. Tapi, aku sungguh kesulitan untuk mengingat buku-buku yang sudah kubaca lebih dari tiga kali. Yang dua kali saja masih lupa, untung kemarin-kemarin aku membaca lagi :”) Jika aku sudah mengingatnya kembali, kurasa aku akan segera mengupdate postingan ini :)

Selamat membaca!

Hal-Hal yang Ingin Dilakukan di Bulan Oktober Ini

Di bulan Oktober ini, aku akan mencoba lebih produktif lagi dalam mengisi blog dan juga dalam menulis diary yang sudah lama ini tidak aku lakukan. Dulu, aku pernah berpikir bahwa menulis diary ternyata benar-benar sangat membantu diriku untuk melepaskan emosi yang biasanya selalu aku pendam sendirian; rasanya seperti sebuah terapi. Tetapi, setelah aku kuliah (padahal di masa-masa ini aku benar-benar banyak masalah T^T) aku jadi jarang menulis lagi; menulis cerita, menulis diary, menulis untuk kesenangan aku sendiri.

Sejujurnya, saat ini kepercayaan diriku sangat rendah sekali. Seperti yang sudah aku tuliskan di postingan sebelumnya, aku benar-benar ingin menulis lagi seperti dulu saat aku masih SD. Aku tidak tahu apakah aku akan mendapatkan kepercayaan diri seperti waktu itu atau tidak, tapi kurasa aku harus mencobanya perlahan-lahan lagi. Aku akan mulai menulis lagi :”) Semoga jadi langkah awal yang bisa menjadi titik balik dalam hidupku.

Gimana caranya ikutan tantangan menulis?

Aku hanya mengetikkan kata kunci ini di Google Images : writing prompt October 2017, writing challenge, 30 days writing challenge, atau 30 day fiction writing challenge. Lalu aku memilih tantangan mana yang ingin aku lakukan selama bulan Oktober ini. Sisanya, tinggal melakukan dan konsisten deh. Saat kalian menuliskan salah satu kata kunci itu di Google, ada banyaaaak sekali tantangan menulis yang akan kalian temukan. Semuanya ingin aku ikuti, karena sangat menarik ide-idenya T^T Aku sempat bingung memilih. Ada satu tantangan yang judulnya “30 Days Writing Challenge” yang tiap harinya memberikan ide bagiku untuk menulis (dan mengenal diriku sendiri), tapi jika menggunakan tantangan itu untuk blog ini, rasanya terlalu… terbuka sekali. Yah, ternyata aku masih punya trust issue di sini ya :”) Mungkin aku akan menggunakan tantangan itu di diary milikku; aku sangat tidak sabar mengenal dan menuliskan banyak hal secara personal mengenai diriku melalui tantangan menulis yang itu.

Oke, jadi ini dua tantangan menulis yang akan aku ikuti bulan Oktober ini :

Gambar yang pertama, aku dapatkan dari website Writers Write. Ini adalah website yang tidak sengaja aku temukan dulu saat aku tengah mencari website yang rutin memberikan writing prompt tiap bulannya. Dan, YA! Tiap bulannya, Writers Write memberikan writing prompt yang menarik. Ada juga daily writing prompt yang mereka tawarkan (gratis) untuk dikirimkan tiap harinya ke email kamu. Karena sekarang sudah tanggal dua, kurasa aku akan memulainya dari tanggal 2 :”) Semoga aku bisa konsisten mengikuti ini dengan rasa percaya diri :”)

Gambar yang kedua, masih dari Google Images, namun aku tidak bisa menemukan sumber tepat dari gambar tersebut. Saat meng-klik tombol buka di Google Images, ia malah merujuk ke sini. Jadi yah, aku tidak bisa menemukan sumber aslinya di mana. Jika kamu tahu pemilik tantangan menulis ini, bisa kalian beri tahu aku supaya aku bisa mencantumkan sumbernya di sini ^^. Well, ini benar-benar tantangan menulis yang SANGAT MENARIK sekali! Wow! Aku sangat tertarik. Tentu saja ini berkaitan dengan buku-buku yang aku suka, jadi aku benar-benar sangat tidak sabar untuk menuliskan satu per satu tiap harinya soal buku-buku. Ini pasti menyenangkan!

Bulan Oktober ini, aku akan berusaha untuk berpikir lebih positif lagi walaupun sudah lama sekali aku tidak melakukannya (secara tidak sadar?) sehingga rasanya seperti aku sudah lupa caranya bagaimana. Kurasa, salah satu cara berpikir positif yang akan aku lakukan adalah dengan menulis dan membaca. Dua kegiatan ini, menulis dan membaca, dulunya adalah kegiatan favorit yang sering aku lakukan tiap hari. Namun, belakangan ini rasanya aku tidak melakukan kedua hal itu karena rasanya seperti tidak mood untuk melakukan hal apapun. Sekarang, aku akan memulai lagi… Aku mulai berjalan lagi, walaupun perasaan takut itu masih ada…. Tidak apa! Yang lalu biarlah berlalu ^^

Selamat menulis! Semoga kamu menikmati prosesnya :) []